Zika Virus
Negara tetangga kita< Singapura, belakangan ini tengah dikejutkan dengan menyebarnya virus Zika yang begitu cepat. Tercatat 115 warga Singapura yang positif terjangkit virus Zika, sesuia dengan pernyataan dari Kementrian Kesehatan Singapura tanggal 31 Agustus 2016.

Tentu saja, Jarak yang cukup dekat dengan negara kita tak elak membuat kita khususnya di bagian barat seperti Sumatra dan sekitarnya menjadi was-was, dan harus waspada terhadap penyebaran virus tersebut.
Oleh karena itu, di edisi Cangkrukan kita kali ini akan sedikit membahas apa itu virus Zika, bagaimana penyebarannya dan bagaimana pula cara pencegahannya.

Virus Zika  pertama kali ditemukan oleh para ahli kesehatan terdapat pada seekor monyet resus di negara Uganda pada tahun 1947. Kemudian baru pada tahun 1954, virus Zika ditemukan penjangkitannya pada manusia. Dan di tahun 2007, virus ini mulai menyebar di kawasan luar Afrika, termasuk di Asia. Sedangkan di Indonesia sendiri, virus Zika ini ditemukan pada tahun 2015 lalu di Jambi.

Seseorang yang terjangkiti virus Zika akan mengalami gejala-gejala umum layaknya terkena penyakit demam berdarah, seperti sakit kepala, nyeri di belakang mata, serta rasa lelah.  Gejala ini akan berlangsung sekitar seminggu, yang kemudian dilanjutka dengan mata merah, kulit berbintik, hingga nyeri sendi dan otot.
Kalau sudah terkena gejala tersebut, ada baiknya jangan dianggap remeh. Segera   periksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat. Terlebih bagi mereka yang baru bepergian ke luar negri.

Menurut beberapa sumber dari pakar kesehatan, virus Zika ditularkan awalnya dari orang sakit atau yang sudah terjangkiti melalui nyamuk Aedes Aegypti, nyamuk yang sama dengan demam berdarah dan chikungunya. Nyamuk Aedes Aegypti ini memang sekaligus bisa menularkan virus ketiga-tiganya. Untuk itu, masyarakat harus lebih waspada dan mengenali lebih jauh gejala dari virusZika ini.
       
Penyebaran Virus Zika
Bagaimana agar terhindar dari virus Zika?
Tentu saja sebaiknya kita menunda kunjungan ke negara-negara yang terjangkit virus Zika. Jika anda sedang hamil, maka sangat penting untuk melakukan tes virus Zika setelah bepergian, apalagi jika mendapati gejala-gejala seperti di atas.


Masyarakat harus lebih memperhatikan lingkungan  dan mencegah terjadinya perkembang-biakan nyamuk tersebut. Dengan menjaga lingkungan yang bersih, dengan menerapkan aturan 3-M Plus. Yakni, mengubur, menutup dan menguras. Plus disini, masyarakat harus lebih mempertimbangkan untuk menggunakan lotion anti nyamuk, baju dan celana panjang jika akan tidur, memastikan seluruh kamar tertutup rapat, atau pakai kelambu sehingga nyamuk tak dapat masuk.

Hingga saat ini, belum ada vaksin virus Zika. untuk itu, masyarakat harus lebih hati-hati dan menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. Karena beragam macam virus biasanya akan mudah menyerang mereka yang kondisi tubuhnya menurun.


Dirangkum dari berbagai sumber.
 

Sample Text

Powered by Blogger.

Popular Posts

Total Pageviews